PROFIL
DESA MANGUNSARI
1.
Sejarah
Desa
Menurut sumber yang
terpercaya dari sesepuh desa yang bernama Dimsudi dan tokoh masyarakat
setempat, konon ceritanya ada dua daerah pedesaan yang subur makmur, tumbuhan
yang menghijau di atas permukaan tanah yang miring ditumbuhi pohon dan semak
yang masih lebat, hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai yang terbagi
dalam dua wilayah desa yaitu Desa Cebongan dan Desa Karangsari. Karena antara
Desa Cebongan dengan Desa Karangsari perbatasannnya di tengah-tengah Dusun
Karanganyar. Masyarakat di dua wilayah yaitu Desa Cebongan dengan Desa
Karangsari kemudian mengadakan kesepakatan untuk menyatukan dua wilayah desa
menjadi satu desa. Di samping itu ada dua dusun yang letaknya berada di antara
Desa Cebongan dan Desa Karangsari. Kedua dusun tersebut adalah Dusun Karang Kulon
dan Dusun Karang Wetan. Dusun Karang Kulon merupakan bagian wilayah Desa
Cebongan sedangkan Dusun Karang Wetan merupakan bagian wilayah Desa Karangsari.
Setelah kedua desa tersebut (Desa Cebongan dan Desa Karangsari) diblengket (dijadikan
satu wilayah), maka Dusun Karang Kulon yang merupakan bagian wilayah Desa
Cebongan dengan Dusun Karang Wetan yang merupakan bagian wilayah Desa
Karangsari juga diblengket dijadikan
satu wilayah dusun dengan pranatan (peraturan)
yang baru maka dinamakan Karanganyar.
Karang artinya tempat, Anyar artinya
baru. Jadi Karanganyar artinya tempat yang baru.
Dari hasil kesepakatan
dua warga desa tersebut (Desa Cebongan dan Desa Karangsari) setelah diblengket terpilihlah satu Kepala Desa
yang pertama bernama KERTO WINANGUN yang bertempat tinggal di Desa Karangsari.
Adapun nama Desa Mangunsari diambil dari
nama Kepala Desa yang pertama dan nama tempat tinggalnya yaitu Karangsari. Nama
Mangunsari berasal dari dua suku kata
yaitu Mangun dan Sari. Mangun artinya Kawujudan (Perwujudan), sedangkan Sari artinya Sahe (Indah) jadi Mangunsari artinya
Kawujudan Kang Sahe (Perwujudan yang
Indah).
Karena Desa Karangsari
letaknya jauh dari Dusun Karanganyar sebelum dijadikan satu, maka masyarakat
Desa Karangsari setelah dijadikan satu (diblengket)
berpindah ke barat untuk mendekat dengan Dusun Karanganyar. Setelah mendapatkan
tempat yang baru dan dekat dengan Dusun Karanganyar, maka tempat tersebut
diberi nama Dusun Ngentak. Nama Dusun Ngentak diambil dari kata Ngentak-entek yang artinya suatu lahan
yang kosong.
Seiring perkembangan
jaman, Desa Mangunsari yang dimotori oleh para perangkat desa, tokoh,
masyarakat dan pemuda bersatu mengubah Mangunsari menjadi ikon baru yang lebih
maju dan bersatu di era modern. Dengan demikian, maju dan bersatulah masyarakat
desa Mangunsari di era modern.
2.
Sejarah
Pemerintahan Desa
|
No.
|
Periode
|
Nama Kepala Desa
|
Keterangan
|
|
1.
|
Tidak
diketahui
|
SEMAIL
|
KADES
KARANGSARI
|
|
2.
|
Tidak
diketahui
|
RADIYEN
|
KADES CEBONGAN
|
|
3.
|
1920-1937
|
KARTA WINANGUN
|
KADES I
Mangunsari
|
|
4.
|
1937-1942
|
ALI SAAT
|
KADES II
|
|
5.
|
1942-1955
|
KABUL
|
KADES III
|
|
6.
|
1955-1988
|
AMAT IRSAM
|
KADES IV
|
|
7.
|
6 bulan
|
MUH BAKRUN
|
Pejabat
Sementara
|
|
8.
|
1988-1998
|
FAHRUDIN S.
|
KADES V
|
|
9.
|
6 bulan
|
MUH BAKRUN
|
Pejabat
Sementara
|
|
10.
|
1998-2006
|
LUTMAN
|
KADES VI
|
|
11.
|
6 bulan
|
KALWANI
|
Pejabat
Sementara
|
|
12.
|
2007-2013
|
LUTMAN
|
KADES VII
|
|
13.
|
2014-sekarang
|
SUMARYATI
|
KADES VIII
|
3.
Kondisi
Umum Desa
Desa Mangunsari adalah
salah satu desa yang ada di Kecamatan Windusari yang terletak pada ketinggian
1.495 meter di atas permukaan laut dengan suhu 28-31°C dan curah hujan 1,85 mm.
Desa Mangunsari mempunyai luas wilayah sekitar 116.535 Ha dan dibagi menjadi
lima wilayah dusun yaitu:
1. Dusun
Cebongan
2. Dusun
Ngaglik
3. Dusun
Karanganyar
4. Dusun
Ngentak
5. Dusun
Sempu
Sedangkan
batas wilayah Desa Mangunsari adalah:
1. Utara :
Kabupaten Temanggung
2. Selatan :
Desa Genito
3. Barat :
Desa Gunungsari
4. Timur :
Desa Kentengsari
Sedangkan
keadaan wilayah Desa Mangunsari merupakan daerah tanah kering dan sebagian
persawahan dengan luas pemukiman penduduk seluas 32,500 Ha. Desa Mangunsari
berada pada ketinggian 812 mdpl yang merupakan daerah yang berada di dataran
tinggi sehingga aman dari bencana banjir.










